Menjadi berdaya berarti tidak menjadi lemah dan tidak menambah jumlah orang yang lemah. Tidak menjadi lemah dan melemahkan. (Coach Dr Fahmi)
EMPIRIS KREATIF (Empirical creativity)
Prinsip yang harus dipegang bahwa hal yang besar tidaklah membentuk suatu institusi tersebut menjadi hebat. Perusahaan yang sukses perlu melakukan tindakan Empiris kreatif dalam hal ini menjadikan diri terlibat dalam proses pada masa-masa ketidakpastian, dan cenderung lebih menggunakan bukti empiris.Intinya adalah menjadi lebih empiris untuk mendukung kemandirian mental dan memvalidasi insting kreatif.
Karena tanpa disiplin tak ada peluang untuk kreatif. Ketika berpikir empiris kreatif bahwa yang harus disadari adalah ada proses berulang multi-langkah yang lebih didasarkan pada validasi empiris ketimbang kegeniusan visioner.
Dikutip dalam buku Great By Choice, “In a world that is stable and predictable, and lead with fanatical discipline and empirical creativity may be enough. However, the uncertainty and instability also necessitates us to lead productive paranoia”.
artinya Jim Collins mengatakan bahwa dalam dunia yang stabil dan bisa diramalkan, memimpin dengan disiplin fanatik dan kreativitas empiris mungkin cukup. Akan tetapi, ketidakpastian dan ketidaksta-bilan juga meniscayakan kita memimpin dengan paranoia produktif.
DISIPLIN DI LUAR KURVA NORMAL (Fanatic discipline)
DJITU/ Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun dan Ulet
Disiplin di luar kurva normal, merupakan upaya kemandirian pikiran untuk melakukan apa yang diperlukan demi menciptakan hasil yang luar biasa, tak peduli betapa sulitnya. Jika kita berbicara disiplin di luar kurva normal diharapkan lebih dari sekadar bahwa disiplin adalah cara hidup teratur, atau kepatuhan hierarkis atau kepatuhan aturan birokratis. Menjaga sikap kita berjaya dari lingkungan ekstrem tersebut dengan harapan menular pada tingkat organisasi.
Menurut Jim Collins (2011),perusahaan yang berhasil keluar dari lingkungan ekstrem, harus berubah menjadi disiplin yang fanatik yaitu dengan kehendak batin (konsistensi sadar diri bukan terpaksa) akan konsistensi dengan nilai, konsistensi dengan peningkatan kualitas dan standar kinerja, konsistensi dengan tujuan jangka panjang.
Morten.T.Hansen (2011) menyatakan bahwa pemimpin yang baik, tidak bereaksi berlebihan terhadap peristiwa, menyerah pada arus, atau melompat untuk menyabet peluang-peluang yang memikat tapi tidak relevan. Dicontohkan raksasa Apple mampu menunjukkan keuletan luar biasa, teguh memegang standar, tapi cukup berdisiplin untuk tidak bermimpi muluk di luar kemampuan mereka, Dalam film Jobs 2013 (dokumenter) diperankan oleh Ashton Kutcher sebagai tokoh peran Steve jobs, pemimpin Apple tetap memulai setiap awal proyek menegaskan kepada rekan timnya untuk konsistensi mulai dari nilai, tujuan, dan standar yang luar biasa, bahkan tidak sedikit pegawai yang berjatuhan pada kondisi ekstrem tersebut.
Steve Jobs berkata bahwa dirinya bukan memiliki keteguhan yang lebih tinggi dibandingkan orang lain, bukan jiwa pemberontak dibanding orang lain, tetapi beliau berusaha lebih empiris terhadap ketidakpastian.
Jim Collins (2011) menyatakan disiplin fanatik dalam berencana harus memiliki mekanisme kerja yang konkret, jelas, cerdas, dan dikejar secara tekun untuk membuat Anda tetap di jalur yang benar. Pada saat on going biasanya akan muncul dua jenis ketidaknyamanan yang diterapkan pada diri sendiri : (1) ketidaknyamanan berupa komitmen tak tergoyahkan pada kinerja unggul dalam kondisi sulit, dan (2) ketidaknyamanan berupa menahan diri dalam kondisi baik.
PARANOIA (Productive Paranoi)
Perubahan bukanlah hal tersulit. Hal yang jauh lebih sulit ketimbang menerapkan perubahan adalah mencari tahu apa yang bekerja, memahami mengapa itu dapat berhasil, dan sadar kapan harus berubah, dan mengetahui kapan kita tidak mesti berubah.
Semua sering menyalahkan pencapaian yang sedang-sedang saja karena ketidaksediaan untuk berubah, apapun itu, tapi ciri pencapaian sedang-sedang saja adalah inkonsistensi kronis.
Keberuntungan bukanlah strategi, meningkatnya kompetensi global dan model bisnis yang bergerak cepat,kompetisi global, ketidakpastian, lingkungan yang terus berkembang ekstrem bahkan kekacauan yang terjadi mungkin dialami beberapa bahkan hampir semua perusahaan/institusi.
Mengapa ada perusahaan atau individu yang berhasil melewati lingkungan dan kondisi ekstrem
bagaimana pemimpin mereka berhasil bahkan berjaya dari sudut pandang yang lain, bahkan bukan berhasil karena kekacauan, akan tetapi lebih tepatnya berjaya di tengah ketidakpastian. Kondisi tersebut biasanya, praktisi atau konsultan menyebutnya formidable challenge culture (Tantangan budaya yang kuat). Mengacu pada hasil analisis historis komparatif beberapa perusahaan yang berhasil keluar dari tekanan lingkungan ekstrem (Sumber : Morten.T. Hansen (2011), Center of Research in Security Press. Booth School of Business, The University of Chicago, www.csrp.chicagobooth.edu). Kultur objek yang diteliti bukannya perusahaan yang tidak kita kenal, objek yang disurvei diantaranya raksasa di bidangnya dengan pemimpin terbaiknya, seperti Intel (Brian Krzanich), Microsoft (Bill Gates), Apple (Steve Jobs) AMD (Dirk Meyer), Southwest Airlines (Herb Kelleher), Amgen Pharmacy (R.A Bradway) dll.
Pembinaan soft skill tentang kepemimpinan sukses ditemukan.Pemimpin sukses yang dicirikan sebagai manusia yang visioner dan berani mengambil resiko, ternyata bertolak belakang dengan hasil riset tersebut, pemimpin terbaik tidak lebih memiliki kemampuan visioner meramalkan masa depan. Akan tetapi mereka mengamati apa yang berhasil, dan selalu mencari tahu mengapa mereka berhasil, dan mereka berhasil membangun konstruksi berdasarkan dasar-dasar pemikiran yang sudah teruji. Jadi intinya bukan lebih berani mengambil resiko, visioner, kreatif atau nekat dibanding dengan yang lain, tetapi mereka lebih disiplin, empiris dan paranoid.
by. Enggal Ady Irmawan
Grounded Car Terminal Indonesia
10/04/2018



Bagus mas Ady tulisannya, semua karyawan dg dirut yg visioner mengubah mindset pegawai mjd creative dan sukses .. Salam Winoto. Bisakah kita berdiskusi lbh lanjut
BalasHapus