PEMERINTAH DAN PEBISNIS DUKUNG WORLD CLASS PORT OPERATOR

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran,  peran IPC selaku Operator maka perusahaan menetapkan Cabang pelabuhan IPC  sebagai pemilik lahan operasional (land lord).  Anak-anak perusahaan dengan core businessnya diharuskan melaksanakan kewajibannya kepada manajemen Cabang PT Pelabuhan Indonesia II selaku representative induknya.  Dan  Seluruh anak perusahaan wajib melaksanakan ketentuan yang telah diatur oleh induknya.
Empat strategi dalam bisnis kepelabuhanan yakni fokus dengan jaringan bisnis inti, unggul dalam bisnis pendukung yang berdaya guna bagi bisnis inti, menciptakan sinergi pelabuhan dengan industri pendukungnya, serta melakukan strategi pengawasan yang baik, harus ada integrasi antara bisnis inti pelabuhan dengan industri pendukungnya atau hinterland. Ini mutlak mesti direalisasikan.
Delapan proyek strategis siap dikerjakan dan diselesaikan yaitu penyelesaian pembangunan Pelabuhan Kalibaru yakni New Priok Container Terminal (NPCT) 2, Pelabuhan Kijing, Inland Water ways Cikarang Bekasi Laut (CBL), Pelabuhan Sorong, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Museum Maritim, Maritim Tower, dan Pelabuhan Patimban. 
Museum Maritim dan Maritime Tower yang akan dibangun di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Maritim Tower Karena kita ada 15 anak usaha yang nantinya akan dipusatkan di sini.
Pelabuhan Patimban, Elvyn berharap menjadi operator pelabuhan saja dan bukan sebagai investor di pelabuhan yang di proyeksikan bakal beroperasi pada 2020. Dia pun berharap dalam dua tahun ke depan sejumlah proyeksi strategis nasional itu sudah dapat terselesaikan semua, sehingga semakin menunjang upaya Pelindo II untuk menjadi pelabuhan berkelas dunia.
Melalui target kesamaan layanan 12 cabang pelabuhan yang dikelola Pelindo II sehingga dapat terwujud Indonesia Integrated Chain Port.. Dengan begitu pada tahun ini pelabuhan sudah di harapkan mampu berkompetisi dari sisi biaya dengan pelabuhan di negara lain.

Para pebisnis mendukung perubahan yang ada di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) menjadi operator kepelabuhanan tingkat Internasional dengan kualitas terbaik.Dan perbaikan kualitas layanan operator pelabuhan. Fokus pada core business dengan keberhasilannya berpengalaman mengelola 12 pelabuhan di Indonesia, pebisnis mendorong Indonesia Port Corporation (IPC),  menjadi World Class Port Operator agar bisa bersaing di tingkat Internasional.Tingkat pelayanan kepelabuhan menjadi prioritas utama, tidak hanya menghasilkan keuntungan usaha. Bagi para direksi ini diharapkan membentuk tim kerja yang solid, jauh dari kepentingan politik, serta di dalam pengambilan keputusan tidak ada tawar menawar politik, seperti yang terjadi di masa yang lalu.
Perubahan positif yang lebih obyektif dengan tujuan utama jasa kepelabuhanan dalam negeri. Perubahan itu penting mengingat 65% volume ekspor-impor di Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.
Melalui pengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan kelas dunia atau world class port dan pelabuhan hub alias hub port bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Pelabuhan Singapura.
Peningkatkan kinerja kepelabuhanan, termasuk dalam penyediaan sarana dan prasarana serta peralatan mekanik pelabuhan yang handal.Dan perlu dilakukan dalam melaksanakan seluruh kegiatan bisnis kepelabuhan berkaitan dengan layanan kapal, layanan barang, dan layanan penumpang.
Peningkatan manajemen, operasional, dan standardisasi kepelabuhanan, termasuk mendorong profesionalisme tenaga kerja bongkar muat. Dibutuhkan kerja sama, sinergi, dan koordinasi yang baik dengan semua instansi di pelabuhan, termasuk koordinasi yang erat dengan Otoritas Pelabuhan.
Hubungan dengan para pengguna yang selama ini bersifat transaksional harus berubah menjadi transformasional dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas publik, termasuk dalam penetapan tarif layanan kepelabuhanan.
Grounded Car Terminal Indonesia
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC), pada  Direktorat Pengelolaan Anak Perusahaan (PAP ) menata anak-anak perusahaan, yakni : PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT IPC Terminal Peti Kemas, PT MTI/IPC Logistic, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Jasa Armada Indonesia, PT Jasa Pelabuhan Indonesia, PT PPI, PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT New Rukindo, PT ILCS, PT EDII, PT Jasa Peralatan Pelabuhan, Terminal Petikemas Indonesia, dan PT Rumah Sakit Pelabuhan.Dan Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja yang merupakan anak perusahaan kerjasama dengan pihak Hutchinson Port Holding, dengan menempatkan bisnis inti pada jalurnya agar tidak terjadi persaingan internal, diharapkan tercipta kolaborasi harmonis antar anak perusahaan. Setiap anak perusahaan bakal memiliki core business yang on the track dan professional 
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC), berperan penting dalam implementasi Program Tol Laut. diiperlukan inisiatif membangun sinergi dengan Pelindo I, Pelindo III, Pelindo IV, dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) swasta untuk mengembangkan standardisasi infrastruktur dan prosedur kepelabuhanan, serta integrasi sistem informasi antar pelabuhan.
Pengembangan strategis dan operasional IPC,harus memperhatikan larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat  Dan Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada BUMN, semua bisa tercapai dengan melibatkan para pemangku kepentingan secara sinergis.

by Enggal Ady Irmawan 
Grounded Car Terminal Indonesia
08/04/2018




Related Posts:

0 Response to "PEMERINTAH DAN PEBISNIS DUKUNG WORLD CLASS PORT OPERATOR"

Posting Komentar