“Budaya kerja yang buruk seperti kapal yang retak, sehingga mudah tenggelam. Budaya kerja yang baik seperti kapal yang kuat menahan badai seganas apapun.”~Djajendra
“There are two common approaches to competencies ± the US approach and the UK approach. Boyatzis, who exemplifies the US approach, defines competency broadly as “an underlying characteristic of a person’. It could be a “motive, trait, skill, aspect of one’s self-image or social role, or a body of knowledge which he or she uses”. The UK approach identifies the outcomes expected from a job when it is performed adequately. Day’s definition of competence, “the ability to put skills and knowledge into action”, is an apt description of the UK approach.
Kompetensi manajemen menjadi penentu.yang mencangkup self-confidence, keahilian komunikasi , kemampuan bekerja dengan bidang dan keahlian yang berbeda, keahlian bernegosiasi, berfikir kreatif, dan kepemimpinan.bagaimana manajer mampu menyelenggarakan fungsinya sebagai memajukan perusahaan.
Corporate output-based competencies,upaya memperoleh keunggulan di tengah-tengah persaingan yang terjadi.
Kompetensi (individu, team, dan organisasi) mutlak dibutuhkan, organisasi ataupun korporasi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, akan tetapi juga memposisikan perusahaan di tengah-tengah persaingan
Hasil riset tentang "10 kompetensi terpenting dalam abad ke-21" yang dilakukan di organisasi di 16 negara, menempatkan Inovasi sebagai kompetensi kedua terpenting setelah orientasi pelanggan. Sejalan dengan pemikiran Peter Drucker, yang mengatakan "Bagi perusahaan mapan, mensyaratkan adanya inovasi dan yang tidak mampu inovasi akan menghadapi nasib kemerosotan dan pemunahan".
Arvan Pradiansyah (konsultan SDM Franklin Covey Indonesia) mengatakan, bahwa inovasi merupakan hasil dari budaya Learning Organization yang dilakukan organisasi. Sydney Brenner, mengatakan bahwa inovasi adalah suatu spekulasi, bahwa kerja akan membawa kesuksesan melalui suatu kegagalan.
Proses Learning Organization melibatkan adanya pembelajaran individu agar supaya mengadakan perubahan berpikir dari organisasi tradisional dengan mengembangkan kecakapannya melalui organisasi pembelajaran, dengan berpikir kritis dan kreatif. Ketrampilan berpikir kritis dan kreatif merupakan nilai-nilai yang melekat di dalam mengembangan organisasi. Pitts (1996) mengemukakan bahwa suatu perubahan yang cepat ini tidak saja dihadapi oleh industri berteknologi tinggi
namun juga dihadapi oleh perusahaan besar, menengah dan kecil serta perusahaan sudah mapan atau bahkan perusahaan yang baru didirikan, semuanya menghadapi kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat.
Perubahan ini memerlukan pembelajaran seperti adanya keterampilan baru dan mengembangkan sumber-sumber keunggulan kompetitif yang baru. Ini artinya, untuk survive perusahaan tidak bisa bersandar pada sumber-sumber keunggulan kompetitif yang ada, namun mereka harus bisa belajar teknologi baru, pasar baru, dan cara pengelolaan yang baru (Pitts, 1996:345).
Proses Learning Organization melibatkan adanya pembelajaran individu agar supaya mengadakan perubahan berpikir dari organisasi tradisional dengan mengembangkan kecakapannya melalui organisasi pembelajaran, dengan berpikir kritis dan kreatif. Ketrampilan berpikir kritis dan kreatif merupakan nilai-nilai yang melekat di dalam mengembangan organisasi. Pitts (1996) mengemukakan bahwa suatu perubahan yang cepat ini tidak saja dihadapi oleh industri berteknologi tinggi
namun juga dihadapi oleh perusahaan besar, menengah dan kecil serta perusahaan sudah mapan atau bahkan perusahaan yang baru didirikan, semuanya menghadapi kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat.
Perubahan ini memerlukan pembelajaran seperti adanya keterampilan baru dan mengembangkan sumber-sumber keunggulan kompetitif yang baru. Ini artinya, untuk survive perusahaan tidak bisa bersandar pada sumber-sumber keunggulan kompetitif yang ada, namun mereka harus bisa belajar teknologi baru, pasar baru, dan cara pengelolaan yang baru (Pitts, 1996:345).
by. Enggal Ady Irmawan
Grounded Car Terminal Indonesia
06/04/2018


0 Response to "MENGUBAH POLA KOMPETISI MENJADI POLA KOMPETENSI DAN SPESIALISASI MENUJU CAR TERMINAL INDONESIA BERKELAS DUNIA"
Posting Komentar