INOVATIF LEADERSHIP

Distruption bisa dilihat sebagai sesuatu yang positif karena merupakan sebuah inovasi yang dinamis. disrupsi digital tak bisa dihindari, tetapi harus disikapi antara lain dengan digital attitude, digital leadership and  digital capability.
“That’s a management and people challenge, not just a technology one.”
Bertransformasi digital menuntut perusahaan mengembangkan dua kemampuan, yaitu kemampuan digital (digital capability) dan kemampuan kepemimpinan (leadership capability).
Yang pertama menyangkut the “what” of technology atau kemampuan membangun dan mengembangkan teknologi digital, sementara yang kedua menyangkut the “how” of leading change atau kemampuan mengarahkan dan menggerakkan perubahan.
Gaya Kepemimpinan dan pemimpin yang  berbasis inovasi selalu mendorong timnya untuk menciptakan inovasi-inovasi baru.Seorang pemimpin harus memililki : 1.Passion, yang kuat karena tergolong publick figure, sense of urgency bagi tim..2.Leader dan 3. Competence
Suatu penelitian menganalisa bahwa hanya 1 dari 5 eksekutif yang dianggap layak disebut sebagai digital leader. Artinya, banyak pemimpin yang belum aware bahwa di era digital pemimpin perusahaan harus memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Praktek kepemimpinan berkembang mengikuti perkembangan zaman. Kepemimpinan di era digital memiliki pendekatan yang khas karena digitalisasi yang merambah dunia kerja tidak lagi memungkinkan pemimpin untuk bertindak secara konvensional.Ada empat tipe kepemimpinan, yaitu :
1.Transformational leadership
2.Kharismatik leadership
3.Inovatif leadership
4.Digital leadership
Grounded Car Terminal Indonesia
Digital Literacy. Pemimpin harus melek digital mengikuti perkembangan teknologi digital. Demikian pula, mereka harus memastikan orang-orang yang bekerja untuk mereka juga melek digital.
Pemimpin harus dapat melihat potensi pengembangan teknologi inovasi dalam menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Dan harus memahami bahwa teknologi sosial dan digital mengubah sifat pekerjaan, dan mengubah pendekatan mereka terhadap pengelolaan tenaga kerja.
Hampir semua setuju bahwa maju mundurnya sebuah perusahaan berada di tangan Pemimpinnya, pemimpin yang inovatif akan membawa perusahaan yang dipimpinnya mampu bertahan dan unggul dalam persaingan di pasar, sebaliknya pemimpin yang hanya bisa meniru jarang sekali membawa perusahaan yang dipimpinnya untuk bertahan dan selalu unggul di pasar. Lantas bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin yang Inovatif seperti yang dimaksud?. Di MarkPlus kami menyebut Pemimpin yang inovatif sebagai Entrepreneurial Leader, atau pemimpin yang berjiwa entrepreneur. Entrepreneurial Leader berbeda dengan pemimpin-pemimpin yang biasa, setidaknya terdapat 3 (tiga) kemampuan yang melekat pada mereka. Pertama, ia mampu mengenali dan membaca peluang yang ada di pasar (Opportunity Seeker). Kedua, ia mampu memperhitungkan, mempertimbangkan dan mengambil risiko yang melekat pada peluang yang telah dikenali sebelumnya (Risk Taker). Ketiga, ia mampu mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan efisien (Resource Allocator).
Inovasi merupakan salah satu faktor yang mendukung kesuksesan pemimpin dalam kepemimpinannya. Pemimpin yang sukses sejatinya adalah pemimpin yang inovatif. Di era sekarang ini, sangat dibutuhkan pemimpin yang kreatif dan inovatif.
Berikut ciri pemimpin yang inovatif:
1. Memiliki passion Dia fokus pada hal-hal yang ingin diubah, tantangan-tantangan yang ada, serta strategi untuk menghadapi tantangan-tangangan tersebut. Passion akan membuat seorang pemimpin tetap berenergi dan bisa menyemangati timnya, bahkan dalam kondisi terpuruk sekalipun. Passion akan mendorong pemimpin mencapai mimpinya.
2. Memiliki visi Inovasi memiliki tujuan. Pemimpin tidak bisa mengharapkan timnya bisa berinovasi jika mereka tidak mengerti arah tujuan organisasi. Pemimpin yang besar banyak menghabiskan waktunya untuk menggambarkan visi dan tujuan organisasi serta tantangan yang menghadangnya. Mereka mampu menginspirasi banyak orang untuk menjadi sukses dengan mengandalkan inovasi.
3. Memandang perubahan sebagai tantangan Pemimpin yang inovatif memiliki ambisi dan tak pernah puas dengan kondisi “nyaman”. Mereka kerap menyuarakan perubahan. Bagi mereka, berdiam atau berpuas diri dengan kondisi saat ini lebih berisiko ketimbang menjajal sesuatu hal yang baru. Mereka akan terus mencari kesempatan untuk membesarkan organisasinya.
4. Berani bertindak di luar aturan Untuk berinovasi, tak jarang seorang pemimpin perlu menantang aturan yang ada. Bisnis itu ibarat seni. Perusahaan dituntut untuk kreatif mencari cara-cara baru demi memuaskan pelanggan.
5. Tidak takut gagal Pemimpin yang inovatif menganggap kegagalan sebagai bagian dari pelajaran untuk mencapai kesuksesan. Ia cenderung melihat nilai dan potensi yang dimiliki oleh organisasinya—bukan hanya melihat besar biaya operasional.
6. Mau berkolaborasi Kolaborasi menjadi kunci bagi banyak pemimpin untuk sukses dengan inovasi. Ketika mereka menemukan bahwa sumber daya yang mereka miliki kurang memadai untuk mencapai tujuan organisasi, mereka tak menutup kemungkinan untuk berpartner dengan pihak lain.



by. Enggal Ady Irmawan
Grounded Car Terminal Indonesia
15/04/2018





Related Posts:

0 Response to "INOVATIF LEADERSHIP"

Posting Komentar